buka hatimu

Pages

Rabu, 08 Oktober 2014

Panduan untuk TKI kaburan yang ingin menyerahkan diri di Taipei



Panduan untuk TKI kaburan yang ingin menyerahkan diri.


Bismillah.. dan Asallamualaikum W.r.b.


Untuk teman-teman kaburan, penduan menyerahkan diri ini sengaja saya buat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya selama di Taiwan yang saat ini lagi sering bolak-balik ke kantor imigrasi khususnya daerah Taipei. Proses menyerahkan diri sebenarnya  mudah dan segera proses tanpa ditahan/penjara, selesai proses diperbolehkan pulang ke tempas kos, atau tempat semula bekerja. bagi temen-temen yang kaburan baiknya ngga perlu takut bila ingin menyerahkan diri. Pihak pemerintah kita masih memberikan keringanan bagi tenaga kerja kaburan ketimbang Negara-negara lain. So bagi temen-temen yang kaburan baiknya segaralah menyerahkan diri sekarang.

Khusus daerah Taipei bagi temen-temen yang ingin menyerahkan diri dan tidak tahu cara naik MRT/Je-in, disarankan untuk naik taxi saja menuju alamat: Guang Zhou St, no. 15, Zhongzheng dist, Taipei. Alamat mandarinnya: 台北市中正區廣州街15, Boleh dikopi alamat mandarin ini dan cukup tunjukkan ke sopir taxinya.

Bagi teman-teman yang sudah terbiasa naik MRT/Je-in silahkan menggunakan jalur biru / Banan line menuju ximen stasion turun kemudian keluar di pintu 2/ exit 2. Saya kira temen-temen sudah ngga asingkan dengan sebuah tempat yang sering disebut ximenting itukan? Nah kira-kira di dekat ximenting itulah kantor imigrasi Taipei berada.

Ok, panduan perjalanan menuju imigrasi saya lanjutkan lagi..

Setelah keluar di pintu exit 2 silakan jalan lurus terus hingga lampu merah pertama yang akan ditemui disana, silakan berhenti menunggu lampu giliran anda untuk menyebrang. Setelah menyebrang tetaplah berjalan lurus hingga lampu merah kedua, berhenti dan tunggu lampu giliran anda untuk menyebrang kembali. Seteleh menyebrang tetaplah berjalan lurus hingga lampu merah ke tiga, sampai di lampu merah ketiga tidak usah menyebrang jalan kedepan namun segeralah belok kekiri. Di jalan kecil ini akan didapati Bus stop mini, lewati saja dan berhentilah tepat di lampu merah di depan. Hadap kekanan dan tunggu giliran menyebrang ke arah penyebrangan yang paling panjang, setelah menyebrang akan dapat terlihat gedung yang bertuliskan imigrasi center. Terus berjalan disamping gedung dan dapatkan nomor 15 di gedung tersebut, tepatnya ada 7-eleven di sebrang jalan depan.

Selanjutnya masuk saja dan langsung menuju lantai bawah satu dan cari bagian pelayanan nomor 52. Sebelum menghadap ke meja pelayanan 52 baiknya siapkan pas poto ukuran 3x4 6 lembar warna. Temui petugas di nomor 52 dan bilang saja gampangnya “ saya mau pulang indo, dan saya ini adalah kaburan.” Dan untuk Bahasa mandarinnya silakan ngomong sendiri ya.. =D.

Selanjutnya kita akan diminta untuk mengisi data-data diri kita, kalau ngga ingat nomor paspor jangan galau dulu, ngga diisi juga ngga apa-apa, soal waktu disuruh scan sidik jari nanti semua data asli akan muncul sendiri.

Jika dalam lampiran ada kotak alamat yang harus disisi: Jika anda takut dengan alamat anda saat ini baiknya ya tidak usah diisi ya tidak apa-apa. MISALKAN: “jika alamat tersebut ada penghuni kaburan yang lain dan anda merasa was-was bila menyertakan alamat itu baiknya ya ngga usah isi data alamat, supaya pikiran anda tidak was-was dan merasa bersalah sendiri. Cukup tuliskan nomor telepon. Selesai mengisi data dipersilahkan menunggu. 


Kira-kira berita acaranya seperti ini:

1.       Datang ke meja 52 isi data.

2.       Selesai isi data dipersilakan menunggu sebentar.

3.       Dibawa masuk ruang scan sidik jari.

4.       Selesai sidik jari dibawa masuk ruang introgasi. Disini jawab saja dengan jujur setiap pertanyaannya, jangan takut disini ngga ada yang mukul atau diapaapain santai sajah.

5.       Selesai anda akan mendapat surat dan disuruh pulang. Fungsi surat tersebut agar melindungi anda dari tangkapan polisi, jadi surat tersebut dibawa saja kemanapun pergi sebelum SPLP (surat perjalanan laksana paspor ada ditangan anda.

6.       Buat janji bila paspor baru telah jadi, caranya minta saja pihak imigrasi menelpon anda dan janjian dimana bias ambil paspor. Biasanya sih ya aanda akan diminta dating ke meja 52 itu tadi untuk mengambilnya sesuai hari yang ditentukan/kesepakatan.

INGAT!# bila saat di introgasi di ruang introgasi jawab saja kamu ngga tahu alamatmu saat ini. soal baru beberapa hari tinggal disitu dan kamunya tinggalnya pindah-pindah atau alasan apakek.” Ini untuk alasan kamu yang tidak menyertakan alamat tempat tinggal kamu dikarenakan disana ada temen-temen kaburan yang lain.

Sebenarnya sih pihak imigrasi minta alamat tinggal kita itu supaya mempermudah proses pengiriman SPLP/Paspor baru ke alamat anda. Jika anda was-was baiknya ya tidak usah dikasih alamat.

Prosesnya mudah too…, paling cepat butuh waktu 10 hari, jika melalui agen kadang sampai 21 hari.


MENGAPA ARTIKEL INI MENYARANKAN TEMAN-TEMAN KABURAN MENYERAHKAN DIRI SENDIRI?

JAWABANNYA:

1.       Jika anda menyerahkan diri melalui agen takutnya dicalo! Aturan Cuma bayar 10 ribu denda plus beli tiket yang kira-kira hanya menghabiskan uang sekitar 18-20 ribu, melalui agen anda bisa kena 25 rebu atau lebih. Padahal prosesnya sama saja seperti yang saya sebutkan di atas.

2.       Diantar saja oleh orang yang anda kenal namun anda harus membayar 2 ribu. Mau? Wong naik taxi saja khusu daerah Taipei paling Cuma habis 200-400 nt atau malah bias lebih murah dari itu, apalagi kalau naik je-in, 50 nt cukup untuk perjalanan menuju kantor imigrasi. Uang gedenya seribu bias dimanfaatkan untuk kebutuhan selama menunggu proses, iya kan?.

3.       Melalui agen menunggu lama kadang hingga 21 hari, klengerkan bila selama itu menunggu dan ngga kerja? So baiknya persiapkan dulu sebelum menyerahkan diri. Baik barang-barang, uang, tempat tinggal, dan lain-lain. Atau kalau masih dalam posisi bekerja jangan takut untuk membicarakan masalah ini dengan bos anda, siapa tahu beliau masih memberikan izin tinggal dan pekerjaan untuk kita selama menunggu proses pulang. 


CARILAH TEMPAT DAN BANTUAN YANG BISA DIPERCAYA

Caranya:

Jika anda benar-benar tidak tahu harus kemana dan takut dalam menghadapi proses menyerahkan diri datang saja ke kantor KDEI, KANTOR POLISI, MASJID, atau telpon ke 1955.

Untuk proses cepat baiknya dating saja langsung ke kantor imigrasi setempat yang terdekat dikota tempat anda tinggal. Agar cepat diproses baiknya usahakan dating jam 9 pagi.



Wasallam..

Artikel ini semoga ada gunanya..

Rabu, 03 September 2014

Mana yang lebih penting, Kesuksesan atau Penampilan?

Ngga heran kalau zaman sekarang banyak beredar poto-poto wanita cantik, sexy kayak Syahrini di dunia maya. Bukannya saya yang jelek merasa ngiri sih, tapi kadang rasa kasihan muncul dari lubuk hati kecil karna banyak temen-temenku khususnya BMI banyak yang menghambur-hamburkan uangnya demi sebuah pencapaian agar dipuji oleh orang meski itu hanya di dunia maya yang hampir 99% fake.

Sebenarnya ini adalah hak kita masing-masing ya, berpenampilan seperti artis-artis yang lagi populer atau menciptakan gaya tersendiri yang kita sukai. Tapi yang harus kita ingat lagi janganlah kita menjadi orang lain hanya karna sebuah trend. Bahkan hanya ingin tampil keren di dunia maya banyak dari kita yang rela memalsukan diri baik kepribadian, status, dan penampilannya. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menghujat apalagi untuk menggurui.., tapi hanya sekedar saling mengingatkan.

Ada beberapa hal yang kita lupa demi sebuah pencapaian itu, keluarga, anak, suami, bahkan agama, Tuhan pun kadang dilupakan. Ada mereka yang telah berkeluarga tingkahnya seperti remaja yang selalu ingin diperhatikan, bahkan rela mengorbankan segalanya demi sebuah pencapaian yang diinginkan.

Malam ini saya mulai ngelantur.. lagi.
Melihat teman-teman yang lewat diberanda maya mendadak berpenampilan seperti artis yang ngga kalah ngetopnya kya Syahrini.  Ngaa di branda saja, saat jalan2 di stasiun-stasiun, taman, dan tempat-tempat tertentu pun banyak di jumpai. Yah, seperti itulah, mereka berlomba-lomba untuk tampil semenarik mungkin walaupun cuma untuk eksen doang. Ngga sayang tuh duit, kalau hanya di hambur-hamburkan demi sebuah penampilan yang tidak pada tempatnya. hehe..
Bukankah Kesuksesan lebih penting dari pada sebuah penampilan? Dengan kesuksesan yang kita raih maka dengan sendirinya kesuksesan itu yang akan memberi penampilan yang lebih bernilai dari sekedar penampilan-penampilan yang fake. mari.. kita kembali pada tujuan awal kita ke luar negri.

" Kamu cantik, kamu sexy, namun jangan ke-PD-an." Gih gih gihgihgih.. Cuplikan lagu yang dinyanyikan oleh Aaron Ashab.Secara ngga langsung kalimat lagu itu memberikan sindiran bagi kita-kita yang over narsis.

Memang semua tergantung pada diri kita sendiri, namun alangkah sayangnya hasil bekerja yang telah kita jalani selama bertahun-tahun mengalir begitu saja tanpa manfaat yang lebih bagi masa depan kita dan keluarga. Saya pun suka tampil dan bergaya-gaya agar terlihat lebih wah..! Namun  saya memilih  sebatas  penampilan  yang sederhana untuk diri sendiri.

Terus terang, saya pun merasa sayang menghambur-hamburkan uang hanya demi sebuah penampilan agar terlihat begitu wah! Hasil keringat kita yang kadang bekerja sebagai tukang cuci, tukang ngepel, tukang masak, pelayan resto, perawat orang sakit, akan lebih bijak rasanya jika di tabung atau diinvestasikan, agar kelak kita tak perlu bersusah-susah mengejar cita-cita untuk jadi BMI lagih.!

Namun semua itu kembali pada destini kita masing-masing. Banyak teman yang begitu menikmati kariernya sebagai BMI,  "jika hari ini menjadi buruh, maka biarlah esok  yang merubahnya menjadi pengusaha yang banyak membuka lapangan kerja" banyak juga teman-teman BMI yang bercita-cita dan mempunyai harapan seperti ini, namun kita sebagai BMI kadang lupa dengan hasil yang baru saja mengawali perjalanan kita sehingga tahun berganti tahun tak merubah apa pun selain keteguhannya  untuk tetap menjadi BMI.

Memang tak ada yang salah dengan profesi itu, namun lebih indah rasanya jika separuh dari umur kita dapat menikmati hidup dan kesuksesan bersama keluarga yang kita cinta dari pada seumur hidup kita mengabdi pada keluarga lain dengan menjadi BMI.








Selasa, 26 Agustus 2014

Aku Melu Sopo?

Malam ini jari-jari mulai terasa gatal lagi, pinginnya nduleki papan ketik men biso dadi tulisan lan wacanan. jane yo gor asal nulis tapi itung-itung yo ben selalu updatelah..* ini judulnya agak unik, " Aku Melu Sopo?" itu judul dalam bahasa jawa yang arti dalam bahasa indonesianya "aku ikut siapa".
Agi sore mau oleh inspirasi baru, dadi malam ini rasanya pingin tak curahno kabeh mau..
Maaf blog ini sekarang banyak menggunakan bahasa jawa, jadi yang ngga bisa bahasa jawa silakan belajar dulu hehe..

Awal cerita..
Dulu saat pelayan baru itu datang suasana agak aneh rasanya, banyak temen-temen yang berbisik-bisik di belakang, pasal pelayan baru itu parasnya cantik dan masih muda. Tapi dia agak somse and the jarang bertegur sapa. Dan setelah lama saling kenal dan bekerja bersama-sama eh.. ternyata orangnya asik juga. Meski dengan melewati proses dan pertemuan-pertemuan yang entah kesekian berapa akhirnya gadis itu makin akrab saja dengan saya hehe..

Sebagai seorang saya yang sudah berkeluarga dan punya anak ingin rasanya saya mengetahui unek-unek apa saja yang sering dikeluhkan oleh anak-anak lain. Dan melalui gadis yang masih berumur sekitar 18 tahun itu saya mendapatkan sesuatu hal yang mungkin pernah terlupakan bagi saya atau para orang tua yang lain.

Berawal dari seorang tamu wanita yang membawa kedua anaknya yang datang dan makan di restoran tempat kami bekerja, tamu wanita itu kira-kira masih berumur 30-an, membawa dua orang anak yang masih kecil. Satu berumur 3 tahun dan yang satunya lagi masih berumur 4 bulan. Saat tamu itu sedang makan saya dan gadis itu berbincang-bincang di belakang. sambil memperhatikan ke depan, saya memulai percakapan..

Saya: "Lihatlah wanita itu. kasihan dia, mengurus kedua anaknya itu dia pasti kerepotan sekali, Bahkan memasak pun kadang tak sempat hingga dibela-belainnya buat makan di resto ini."

Gadis: " Melahirkan anak itu sakit ya?"

Saya: "Tentu saja, tapi jangan takut. Melahirkan anak itu sudah seharusnya bagi kita. Tapi kalau bisa kita merencanakannya sebelum dan sejauh-jauh hari sebelumnya. Lihatlah dia, ketika ibu ingin makan anaknya yang paling kecil ingin tidur, dan ketika makanan ibu belum selesai dilahapnya anaknya sudah bangun. Sang bapak tak bisa setiap saat membantunya dalam merawat sang anak, ia juga harus bekerja di luar, jadi dalam posisi seperti itu kalau masih ada yang membantu kita itu masih mending."

Gadis: " Di rumahku juga ada anak kecil yang masih berumur 4 tahun."

Saya: "Apakah dia anak kakakmu atau dia adikmu?"

Gadis: "Bukan, dia anak bapakku."

Saya: " Oh, apa bedanya? berarti dia adikmu."

Gadis; " Tapi dia anak dari istri bapakku yang baru."

Oh.. jawabku.

Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya gadis itu bercerita kalau ibu kandungnya telah bercerai dengan bapaknya. Ketika saya tanya mengapa ibu bapak kalian dulu bercerai, dia bilang: " karna sang ibu punya pacar di luar. Tapi  sebenarnya sebelum ibu punya pacar bapakpun punya pacar  juga. Tapi entahlah.., setelah bercerai sekarang bapak menikah lagi dengan seorang wanita yang pekerjaannya sama seperti bapakku yang sebagai  polisi." Ujar gadis itu.
Saatku tanya apakah kau juga punya cita-cita seperti bapakmu yang jadi polisi? Gadis itupun menjawab tidak. dan tidak tahu and  entahlah apa cita-citanya dia sendiri pun tidak tahu. Dan ketika saya tanya apakah kau memanggil ibu barumu itu dengan sebutan Mama/Ibu? gadis itu pun menjawab tidak. Dia hanya memanggilnya dengan sebutan Bibik. Dan kutanya lagi apakah bapak dan ibumu tahu kalau kau disini bekerja sebagai pelayan? " Iya, mereka semua tahu." Jawabnya. " Ini adalah hal yang wajar, anak seusiaku memang sudah harus belajar bekerja, itung-itung buat uang jajanku sendiri saat di sekolah atau buat sangu saat keluar rumah.

#Mungkin bagi anak-anak yang mengalami hal ini  mereka berpikirnya hanya mengikuti hidup ke arah yang lebih nyaman, dan hal itu mereka bisa rasakan. Meskipun sang bapak menikah lagi dan harus tinggal bersama ibu baru, dengan tak melupakan ibu kandung namun dengan kejujurannya dia akan memilih  mana yang telah memberinya kasih sayang sebagai orang tua.

" Mengapa orang-orang di Taiwan jika bercerai dengan istri/suami sepertinya dan kebanyakan suamilah yang punya hak atas anak-anak?" Lanjutku.

Gadis itu pun menjawab: " Ngga juga, alasan kami ikut bapak karna semasa kecil dulu ibu kami itu sangat galak pada kami. Hal itulah yang membuat kami memilih untuk ikut bapak." Terang gadis itu.

Deg!!!
Ada yang menyentuh ruang hatiku.

Yuk, yang punya anak mari kita saling coment dalam hati masing-masing.
Kebahagiaan dan masa kecil saat anak-anak tak dapat dibeli atau ditukar dan tak dapat diulang kembali. so...Jangan sampai anak-anak kita semasa kecil diruwetkan dengan pertanyaan "aku melu sopo", kalau kita sebagai orang tuanya ya kitalah yang jadi panutannya mereka.. iyo opo ora?

Yang mau menerbitkan buku silakan klik disini: http://wwwst.uctarprodion.biz/menerbitkan-buku.htmlhttp://www.starproduction.biz/menerbitkan-buku.html

Minggu, 17 Agustus 2014

Renungan si kepala pening

Bismillah selamat malam...
sugeng ndalu lan sugeng anget anget hehe..
bade ajeng tilem namun dereng saget tilem. pripun ne pikirane mbayang kemana-mana.

Kulo badene cerito, nggeh mugo-mugo ono gunane. maaf bila saya pakai bahasa jawa, rodok lues emang nek iso bohosone melipiss.. tuing-tuing..!

Awale cerito..
Piye perasaanmu...?
yo sek simpenen dulu perasaanmu, simak dulu cerito iki.
ceritane kulo niki ajeng wangsul indo, nah sebelum pulang tentunya si boss nyari ganti untuk menggantikan pekerjaan saya, yah alhamdulillah pengganti udah dapat. tapi masalahnya..

semoga ini bukanlah sebuah masalah yang besar, namun:
hal inilo selalu jadi guyonan bisa juga disebut sebagai attention! lo gemana ora? katanya aku ngga boleh pulang indo pasal yang gantiin aku ngga bisa bahasa. Wah!?

Dipikir sih pekerjaanne itu gampang, siapa saja bisa. Tapi kalau ngga bisa bahasa gemana komunikasinya? bisa-bisa disuruh mengerjain yang ini malah ngerjain yang itu, disuruh ambil ini malah ambil yang itu, orang ngomong apa malah cuma ndelongap-delongop, kasihan kan?!

Tarek napas dalam dalam..
kadang mikirku gek kepiye ngko? kok yao tega yang mengirim dia ke negeri ini. Orang ngga bisa bahasa kok ya nekad, mbok ya belajar dulu paling tidak punya sedikit bekal untuk menghadapi tantangan sebelum terjun ke medan/tujuan.

Masih mending kalau ada teman sama-sama dari indo, apalagi di tempat kerja yang sama, yang sudah bisa bahasa paling tidak bisa jadi penerjemahnya, tapi apa mungkin setiap kata mau diterjemahin melulu? kalau yang bisa menerjemahin ngga ada bagaimana? ejennya bakal menerjemahkan? ejenkan paling cuma ngantar ke tempat kerja, sesudahnya ya ditinggal. Adepin pekerjaan, komuikasi, tanggung jawab yo kita sendiri. Kalau komunikasinya ngga nyambung mungkinkah kita akan betah di tempat kerja? oke, taruhlah kita tahu cara kerja, tapi nyamankah si boss kita jika harus berbicara berulang kali atau dengan bahasa isarat? mungkin nyaman-nyaman aja sih, tapi itu mungkin cuma sementara.

sttt...! Bukankah bila kita masuk ke tempat orang/kerja kita harus mau belajar pada mereka? bukan malah lingkungan/mereka yang harus belajar pada kita. hal-hal kecil ini yang sering dilupa,  kadang diberi tahu malah ngeyel. nih kebiasaan ngeyel yang sering dibawa-bawa oleh temen-temen.. #lei ye..!/cabe deh..!

wes puas cerito kulo bade sare riyen nggeh....

Bagi yang ingin menerbitkan buku silakan klik disini: http://www.starproduction.biz/menerbitkan-buku.html

Minggu, 10 Agustus 2014

Gelar oh gelar

Hmm... hmm...
Iki wes bengi, tapi bar iki mau barusan aku moco berita jare arep nyebar beasiswa kanggo pelajar seng jare bakal disebar nengono 50 negara seng arep ditawarno nggo calon mahasiswa/pelajar seng bakal disekolahno oleh negoro nang luar negri. hmm hmm.. terus terang aku wes ora oleh bagian meskipun kesempatannya terbuka lebar.
tapi ono seng ngelitik ngelitik sirahku, la piye lek ora.., la aku biyen pingin sekolah wae susah.., nyepedah mbendino adohhe ra umum, nek giliran sepedahe rusak yo mlaku mangkat sekolah. waktu belajar karo perjalanane kok akeh waktu dalam perjalananane kui lo urung mangkat mulihe.., bedakno karo bocah-bocah saiki.., nek ora tukokno ninja ora sekolah, nek ora sangoni kandel ora sekolah.., nek ora tukokno computer ora sekolah.., bener.. nek dituruti yo okeh bocah seng pinter, dituruti pula yo akeh bocah seng keblinger.. Wes, rasah dipiker adoh..
saiki ayo tak ajak omong-omongan setitik.., nek omonganku salah aku yo jaluk ngapuro.. yo ojo gelo lo yoo..
ngenelo..,
iki bahasane tak campur-campur wae yo.., harap maklum..

denger denger bakal ada beasiswa sekolah untuk keluar negri, hmm keren kan! bakal banyak lulusan sarjana dengan gelar sss..
tapi yang ngga keren nih menurut pemikirankulo ; lulus sarjana cuma menang gelarnya sajah..
  banyak yang tak bisa menggunakan titlenya itu untuk sesuatu yang bermanfaat yang sesuai dengan kepinterannya.. #opo yo cukup mangan gelar? 

ojo nesu lo...
iki contohe ; nduwe  gelar sarjana banyak juga yang gak ada manfaatnya,  kerja yang kena kotor yang mengakibatkan noda noda di baju ora gelem, pingine macak melipisss. 

bantu bapak memandikan sapi di kali.., membantu ibu masak di dapur.., menyadat karet di ladang.., mencabut rumput di sawah.. ah, semua itu ngga level! (Ada juga loh cerita beginian.., tapi ngga semua loh. Soal ngga semua lulusan sarjana itu anak dari seorang petani.)
tapi nek dipikir meluas lagi ; memandikan #sapi dalam arti karna sapi-sapi piaraannya buanyak kan lain lagi soal dia punya pabrik susu sapi segar dan alami. Nah, kan lek malah membantu gizi anak2 indonesia yang kekurangan asi. menyerap banyak tenaga/pekeja maka berkuranglah penganguran di lingkungan kita.
Membantu ibu masak di #dapur ; piye perasaanmu nek kowe lulusan sd nduwe dapur guedine ra eram-eram. tukang masake luwih 200 uwong, kui mau kabeh tenagane soko lingkungamu, biarpun gor gorengan tempe kok yo mampu mengalahkan makanan kemasan lainnya. gek ndilalah pegawenya lulusan sarjana kabeh.
#mencabut rumput disawah ; piye perasaanmu lek sawahe ombo, nduwe pekerja okeh, lumbunge penuh, ora wedi keluwen to.., jajal pikiren.. gampang opo ora?

Tuh gelar tinggi seng  keblinger dengan kepinterannya sendiri juga okeh. pinginnya kerja enak dan hasilnya buanyakk..,
apa coba kira-kira pekerjaan yang enak hasil banyak itu? ono ora?  ngga adakan! yang enak itu cuma waktu menerima gajinya doang. selebihnya.. ya rasakan sendiri. Tapi kalau pekerjaannya itu buka celana itu katanya yang enak, makanya ngampe dibela-belain demo dan berdemo-demo, la orang katanya pekerjaannya itu enak. #kasihankan..
maaf bagi yang punya gelar, ini saya cuma nyesel saja, nyesel kenapa saya ngga dapet kesempatan punya gelar hehe.., nyesek ngga bisa nikmatin namanya wisuda itu kayak apa. Tapi lebih nyesek lagi ketika menyaksikan sarjana sarjana kita yang ngga bisa memanfaatkan gelarnya. Emang bisa mencukupitah gelarnya itu? yoyoyoyo.. lek ra ono usoho itu percumah. ngomong itu emang penak, jalanine seng susah. tapi luweh susah maneh lek ora gelem usaha, iyo po ra?
Coba intip makanan kesukaan kita orang indonesia dari penduduk kota hingga kampung kampung.., pasti semua orang kenal yang namanya TEMPE, TAHU-kan? lah makanan sederhana ini kebanyakan bahan bakunya ngimpor dari luar negri, sedangkan bila dibayangin luas wilayah indonesia yang seluas itu apa ngga bisa buat memenuhin kebutuhan pangan di negri ini? beras ngimpor, kedelai ngimpor, daging ngimpor, buah ngimpor, budaya ngimpor, kalau yang ngasih ngimpor sudah stop mau makan apa coba? apakah dengan berteriak-teriak itu cukup memenuhi kebutuhan hidup? #kelingian to.., la rek ora? jajal pikiren dewe..
aku tak turu..

bagi yang maunerbitin buku klik disini http://www.starproduction.biz/menerbitkan-buku.html
bagi yang mau nyetak buku klik disini http://www.starproduction.biz/mencetak-buku.html

Jumat, 18 Juli 2014

Kekaguman yang Mulai Luntur



tahukah kita.. (maaf sebelumnya jika saya dianggap sok bijak)
walau hanya dengan sebuah tulisan/tanda kekuatannya mampu meng-obrak-abrik dunia!
Sebaliknya  hanya dengan sebuah tulisan kekuatannya pun mampu mencerahkan dunia. Dan semoga dngan tulisan saya ini, semoga kita (pembaca)  lebih dewasa dan mempu menjadi lebih dewasa lagi dalam menyingkapi berita yang berserakan di media dan dunia maya.

Sebenarnya dengan mengusung topik ini saya hanya pingin ....#curhat..
Tak langsung saja ya pemirsa hehe...

1. dulu ketika masih remaja saya mengagumi grup dewa 19, salah satu personil yg saya suka adalah  mas Ahmad Dhani. dari lagu dan poster2nya Dewa dulu saya punya, namun kini menyesal karena telah jadi penggemarnya, kekaguman saya mulai luntur, dan luntur sudah, semoga lunturnya kekaguman itu ngga sepenuhnya luntur seluntur lunturnya, karna mas Dhani itu juga manusia, manusia yang ngga jauh berbeda dengan saya. Namun berbagai berita yang memuat tentang sikap dan sepak terjang mas Dhani yang selalu mengundang kontroversi itulah yang sangat aku sayangkan.., dan saat ini kalau ada berita yang memuat kabar tentang suami Mulan itu saya Cuma milih jadi penonton saja. Ah, semua orang tahu siapa dia, baiknya curhat langsung masuk ke urutan selanjutnya..

2. Ketika pertama mengenal pak Jonru tahun sekitaran tahun 2012 saya pun mulai mengaguminya, pak Jonru atau yang memiliki nama Jon Riah Ukur ini adalah seorang penulis lepas, dimana karya-karyanya beliau terbitkan secara indie di penerbitannya sendiri. Maklum waktu itukan saya lagi kepingin belajar nulis, melihat orang yang punya prestasi agak keren sedikit dimata saya sudah terlihat wah gitu =D. 
dulunya pak Jonru membuka khursus menulis, sayapun gabung di grup fb yang ia buat itu, yah itung-itung biar kebagian ilmu menulisnya,. namun kini menyesal rasanya karna dulu saya adalah penggemarnya, karna pak Jonru yang sekarang lebih menggemari dan mengupas habis tentang urusan-urusan dunia yang menyangkut berita-berita menarik, seperti politik, agama dsb.
Kebanyakan yang beliau bahas dalam situs halaman facebooknya kini yang terkenal dan banyak penggemarnya itu adalah mengupas sisi gelap dan keburukan seseorang yang dianggapnya begitu menyimpang.  apalagi kalau sisi yang menyimpang dari orang itu sudah tersiar di beberapa media, pak jonru pasti tidak ketinggalan untuk ikut membahasnya. Maklumlah.. karna pak Jonru adalah salah satu tokoh masyarakat yang mendukung salah satu partai pilitik, tadinya, jadi merasa dipihak yang benar, maka semangatnya akan terus berkobar demi tegaknya sebuah kebenaran.lagian saat ini lagi hot-hotnya membahas soal pemilu dan capres 2014, jadi makin hot saja beritanya..

Tidak sedikit orang-orang yang membuli dan bahkan memfitnahnya di facebook, namun siapa yang tak kenal pak Jonru, semua kegiatan yang buli membulinya pasti akan dia bahas dan dikupas tuntas dalam fanpagesnya yang lumayan terkenal itu. sempat juga saya mengomentari tulisannya yang selalu menyebarkan kejelekan salah satu capres no urut 2 JOKOWI, saya pernah berkomentar " Pak, bapak sebagai seorang penulis kok selalu menyebarkan kejelekan orang lain, kalau bapak dukung no 1 PRABOWO kenapa bapak tidak menyebarkan semua tentang kebaikan PRABOWO saja yang bapak dukung ketimbang menyebarkan kejelekan orang." begitu kira-kira komentar saya yang saya ingat, namun pak Jonru makin menjadi saja. Merasa yang menanggapinya banyak pada postingannya itu maka semakin dia menjadijadi dalam menyiarkan keburukan orang lain. " Pak JONRU, andai saja kalau JOKOWI yang jadi presiden, dan bapak diangkat menjadi MENTRI oleh JOKOWI apakah bapak menolak?" komentar saya yang keselanjutnya pada pak Jonru waktu itu, itu adalah komentar saya yang terakhir karna di sela waktu selanjutnya saya sudah ngga bisa berkomentar lagi disetiap postingannya =D. (mungkin karna komen saya terlalu menyakitkan hatinya, jadi saya ngga di izinkan komen.)
yah.., begitulah tentang pak Jonru, Semoga dengan tulisan ini makin banyak lagi orang-orang yang mengenal pak Jonru, dan semoga bukan pak Jonru terkenal bukan karena hobinya yang jelek-jelekin orang, adalah semoga makin banyak lagi hal-hal yang bermanfaat dan mendatangkan rezeki untuk pak jonru dari situs dan status/postingan yang di sharenya itu. Meski kekaguman saya mulai luntur semoga doa saya masih ada manfaatnya J bagi yang belum kenal pak Jonru silakan klik link ini, semoga dengan jadi penggemarnya kita makin sadar dengan diri sendiri J https://www.facebook.com/jonru.page?fref=ts

****




Menanggapi isue dan berita yang ada baikknya kita belajar makin dewasa.
sebenarnya (kita) tak perduli itu presiden, konglomerat, bupati, walikota, kepala dusun, artis, pak tani, tukang semir sepatu, tukang pijat, babu, pengkoleksi barang rongsokan, penjual es balon dsb. Semua sama, kita mahluk ciptaan Tuhan. Kalimat ini sebenarnya tak perlu dari seorang saya, namun karna banyak orang-orang yang sudah dewasa yang lebih mengetahui dan paham akan hal ini  banyak  yang lupa, bahkan dengan dirinya sendiri J siapa sih yang ngga bisa lupa? mungkin termasuk juga yang sengaja membuat tulisan ini. J maklumlah namanya juga manusia.., maka semoga tulisan ini bisa sedikit mengingatkan kembali..
Baiknya saya lanjutkan saja..., karna mungkin saja ada yang benar-benar lupa disana hehe..

bahasa Jawa ; nek  menungso, kebanyakan lek ketok elek setitik beritane jadi topik top markotop wes ra ketok becik setitik e blas! Ku ora gor mergo efek soko media sosial tok, ket zaman biyen okeh-okeh yo ceritane ora bedo adoh adoh banget.  Jare wong jowo kokyo gajah gedene semono ora ketoro nang ngarep moto? Semut seng lembut.. aduh-aduh kok yo nggateli . Inget loh, anda itu hanya manusia, sayapun manusia, kita adalah manusia tempatnya hilaf dan dosa, jangan karena sebuah tujuan tertentu terpecah belahlah tali persaudaraan.  Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menanggapi suatu yang ia dapati, seperti halnya isue-isue dan berita
kita sebagai masyarakat mbok ya jangan saling mengadu domba!
#ingat sedikit tulisan mampu membuat galau seisi dunia!
#namun ada pula Dengan sedikit tulisan kita mampu mendamaikan dunia. Hong terektektektektek.. heuheuheu....

#salam manis tak akan habis..., dari kota Taipei yang penuh dengan legit-legitnya kehidupan... wkwkw..


Kamis, 17 Juli 2014

Dunia yang Terbalik



Dunia yang serba kebalik
Mohon maaf sebelumnya khususnya  buat teman-teman BMI dimana pun berada. Saya menuliskan artikel ini bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau berperasangka buruk pada sesama.
Hal yang akan saya tulis sering terjadi dan terlihat yang dilakukan oleh BMI khususnya cewek, Mohon maaf buat mbak-mbak bukan karna saya iri atau punya perasaan negatif yang berlebih, tapi kejadian ini perlu juga untuk direnungkan.

Ok, baiknya saya mulai dulu ceritanya ya biar ngga pada penasaran.
Sore tadi ketika resto baru buka, tepatnya sekitar jam 6;30 menit, seorang wanita asal Indonesia masuk ke resto bersama seorang laki-laki Tionghua, pelanggan satu ini tidak asing lagi bagi para pelayan resto pasal setiap kali wanita itu sering datang ke resto untuk makan siang bersama akong yang iya jaga. Tapi sore ini lain, dia datang bersama lelaki tionghua untuk makan malam.
Ketika masuk dia membawa sekotak kue tart yang lumayan gede, dia pun berkata “ bolehkan tart ini dibawa masuk dan merayakan sedikit acara kecil disini?” boleh saja kata pelayan, karna resto ini sudah terbiasa dengan acara-acara kecil seperti ulang tahun.

Setelah mendapatkan meja dan tempat duduk, pasangan itu kemudian memesan makanan, para pelayan mulai bisisk-bisik di belakang, wanita yang biasa mereka lihat itu biasanya makan di resto bersama akong yang iya jaga, tapi malam ini makan malam dengan asyiknya dengan seorang pria tionghua yang usianya sekitar 40 an tahun. Dandanannya pun sungguh luar biasa. iya, mungkin karna iya sedang berulang tahun dan merayakannya dengan lelaki itu. 

Pengunjung resto kebetulan malam itu agak sepi, hanya mereka berdua dan meja sebelah yang diduduki oleh 4 orang pengunjung. Wanita itu berbicara dengan nada keras dan sedikit manja, para pelayan kembali berbisik-bisik dan bertanya padaku, “ wanita itu slinya orang mana sih?”  kulemparkan senyum dan akupun balik bertanya ; “ melihat wajahnya dan cara dia berbicara apakah kalian tidak tahu?” tanyaku. “ melihat gaya ia berbicara paling dia itu kayak kamu juga, orang Indonesia.” Celetuk yang lain atas perkiraannya. Akupun hanya tersenyum.

Saat makan wanita itu pun begitu sibuk dengan aksinya, iya itu dengan berselfie ria di hadapan kekasihnya dan pelayan-pelayan itu. Sungguh tak ada larangan untuk berselfe, tak ada larangan untuk merayakan ulang tahun, dan acara-acara lain. Tapi maksud saya menuliskan ini adalah ketika saya mengetahui bahwa acara makan-makan itu bukanlah cowok itu yang menanggung biayanya, melainkan cewek itu sendirilah yang membayarnya. Memang hal itu adalah hak mereka masing-masing, saya ngga ada urusan dengan urusan mereka itu. Namun sebagai wanita saya merasa perihatin, bukankah seharusnya cowok itulah yang sebagai laki-laki harus menanggung paling tidak membiayai acara kecil itu untuk pacarnya? jadi sedikit keki saya, mengapa virus kesepian dan selalu ingin terlihat narsis di jejaring sosial khususnya facebook mereka kadang bertindak begitu bodoh agar mereka terlihat begitu (wah!). 

Virus-virus seperti ini banyak menjangkiti para TKI khususnya cewek, demi kedua hal itu kebanyakan mereka rela berkorban untuk segala-galanya, tak terpikirkan sekecil apapun yang telah kita dapatkan yang harus  dibayar dengan perjuangan.  Mengapa hanya karna kedua hal itu kadang kita rela menghambur-hamburkan hasil jerih payah kita tanpa dasar pertimbangan yang lebih matang lagi. Ada baiknya untuk kita menggunakan hasil jerih payah kita dengan hal yang lebih baik dan bermanfaat , Kalau hanya untuk melipur kesepian dengan merogek gocekmu demi laki-laki yang entah, baiknya dipikir lagi sebelum melakukannya. Bukankah tujuan awal ke luar negri adalah agar taraf hidup dan perekonomian menjadi lebih baik? Nah kalau ke luar negri hanya untuk berhura-hura dan berfoya-foya dan menikmati hidup di dunia yang serba bebas sebebas-bebasnya, yang ditakutkan adalah adanya penyesalan dikemudian hari. So mari kita berfikir lagi..

#janganlah kita menjalani hidup bertahun-tahun dan menua dengan hanya menjadi seorang BMI, Segeralah atur jerih payahmu dan bawa pulang dengan membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Keluarga, anak-anak, waktu dan kebersamaan adalah hal yang utama dan lebih berharga.#